Ellen May Institute

Blog By
Ellen May

How To Reprogram Your Life

Written by: Ellen May | Updated At: 2019-10-19 17:48:13

Pernahkah Anda mengalami sebuah situasi di mana Anda sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan, tapi susah sekali melakukannya?

 

Seringkali kita dihadapkan pada sebuah situasi, di mana kita terjebak dalam sebuah lingkaran, rat race. Kita ingin keluar dari lingkaran tersebut dan seringkali banyak orang yang menasehati, kamu harusnya begini ... atau begitu...

 

Bahkan dalam hati, kita juga sebenarnya juga tau bahwa kita harus begini / begitu.

 

Misalnya saja, banyak orang ingin mengurangi berat badan, dinasehati harusnya kurangi makan karbo, banyak olah raga, banyak buah dan sayur. Tapi kebiasaan ngemil dan makan berat, masih sulit dibendung. Rasanya perut ini lapar terus.

 

Sudah batuk-batuk karena banyak merokok, dalam hati tau bahwa ia harus segera berhenti, tapi masih saja nggak bisa berhenti. Kalau ngga merokok, pusing mungkin ya?

 

Kalau beli saham rugi terus, seharusnya berhenti dulu, kamu harusnya membatasi kerugian / cut loss. Tapi kok mau berhenti susah ya? Tangan rasanya pengen pencet buy sell melulu. Kalau rugi rasanya masih nggak tega untuk jual rugi, nyangkut melulu.

 

Ketika mau beli saham, selalu takut dan jadinya selalu kehilangan peluang. Ada yang menasehati, kamu harusnya lebih berani! Tapi gimana caranya jadi berani?

dan banyak hal lagi lainnya...

 

Kamu harusnya lebih sabar, jangan marah...

Kamu harusnya lebih teliti, jangan ceroboh...

Kamu harusnya lebih berani, jangan penakut...

Kamu harusnya lebih cepat, jangan lelet...

Harus lebih mandiri, harus lebih disiplin, harus lebih ulet...

 

Iya, tau tau... kita harus lebih begini / begitu.

Tapi gimana caranya? Sudah berusaha berkali-kali tapi masih saja belum berhasil.




 

Saya pun pernah mengalami hal tersebut. Sebagai manusia, saya sadar betul bahwa saya punya banyak kekurangan, terjebak dalam beberapa habit / siklus yang merusak, dan ingin memperbaiki diri dalam banyak hal, baik dalam hal trading dan investasi, leadership, parenting, relationship, dan juga pengembangan diri.

 

Sempat bingung juga... dan hampir putus asa, bagaimana melakukan perubahan radikal dan mengalami breakthrough.

 

Namun saya bersyukur, dalam pencarian saya, akhirnya saya menemukan solusi / jurus ampuh, untuk redesigning my life.

 

Kita bisa menjadi siapa pun yang kita mau, kita bisa menjadi seperti apa pun kita mau.

Bagaimana caranya?

Adalah Bp Ronny Ronodirdjo, pakar Neuro Linguistic Programming yang mengajarkan pada saya cara untuk memprogram ulang hidup saya di tahun 2015.

 

 

Kita bisa menjadi siapa pun dan seperti apa diri kita, seperti yang kita mau. Jika kita menemukan model (teladan) dan tahu bagaimana sub modalities dari model (teladan) tersebut,maka kita dapat mengubah sub modalities kita dengan sub modalities dari model tersebut.

 

Sub modalities merupakan serangkaian urutan dari susunan modalities. Modalities adalah pengalaman seseorang secara VAKOG (Visual atau indera penglihatan, Audio atau indera pendengaran, Kinestetik atau indera peraba, Olfactory atau indera penciuman, Gustatory atau indera perasa).

 

Dengan kata lain, sub modalities adalah kumpulan dari pengalaman hidup kita yang membentuk rep system / representational system. Rep system inilah yang menjadi filter untuk menilai dan memberi arti sebuah kejadian, yang jika diakumulasi dan diulang-ulang pada akhirnya akan membentuk belief system.

 

Belief system inilah yang menyetir tindakan kita sebagai manusia. Belief system ini kuat dan mengakar di alam bawah sadar. Hal inilah yang membuat seseorang memiliki karakter tertentu dan juga kebiasaan-kebiasaan yang sepertinya sulit diubah secara alam sadar.

 

Kesimpulannya, untuk mengubah sebuah kebiasaan / keluar dari siklus hidup yang negatif atau untuk mengalami breakthrough yang perlu kita lakukan adalah mengubah belief system kita. Bukan mengubah tindakan yang nampak di alam sadar.

 

Cara mengubah belief system adalah dengan mengubah rep system / cara otak kita memfilter informasi.

 

Bagaimana cara mengubah rep system adalah dengan mengubah modalities atau pengalaman VAKOG kita (Visual, Audio, Kinestetik, Olfaktori, Gustatory).

 

Bagaimana caranya mengubah modalities kita? Bukankah rangkaian pengalaman secara VAKOG itu terbentuk secara bertahun-tahun sejak kita dilahirkan, bertumbuh, dan dewasa? Bagaimana cara mengcopy sub modalities / rangkaian modality dari model yang kita inginkan bagi diri kita?


(source : http://neurofeedbackalliance.org)



Caranya adalah dengan “menipu” dan melatih alam bawah sadar kita atau subconscious kita.

 

Sebagai contoh, kalau ingin jadi orang sukses, apa yang dilakukan oleh para model (yang sudah terbukti sukses)?

 

Ternyata, orang-orang yang sukses luar biasa punya 1 kesamaan. Ulet? Itu sudah pasti. Namun ada 1 kesamaan lain yang menarik dari orang-orang yang super sukses, yaitu BERANI.

 

Bagaimana caranya mengcopy rasa berani ini? Apa yang jadi dasar belief system-nya?

 

Ternyata, orang-orang sukses yang berani itu, mereka punya satu persamaan ketika bertindak. Mereka tidak takut salah! Oleh karena itulah mereka sebagai orang yang tidak takut salah, jadi berani mengeksplorasi dunia dan menemukan solusi yang out of the box, sehingga mereka bisa jadi lebih unggul dibandingkan orang lain yang berhasil secara rata-rata.

 

Bagaimana cara memprogram ulang alam bawah sadar kita untuk mendapat pengalaman VAKOG baru, sehingga bisa membentuk rep system dan belief system baru?

 

Dari buku Psychocybernetics, karya Dr Maxwell Maltz, saya belajar tentang bagaimana memprogram ulang pengalaman VAKOG dan our belief system dengan melakukan visualisasi.

 

Saya beruntung membaca buku ini di tahun 2008 ketika saya butuh untuk menata ulang hidup saya, serta investasi saham saya yang carut marut karena digebuk krisis 2008.

 

Visualisasi dilakukan dengan merilekskan tubuh dan pikiran supaya kita bisa masuk dalam kondisi jenius (supaya otak kita bisa berada dalam gelombang Alpha dan Theta). Biasanya kita mengalami ini ketika akan tidur / ketika bangun tidur atau ketika menyegarkan diri dengan shower saat mandi atau berendam. Dengan memasuki gelombang Alpha dan Theta ini, pengalaman VAKOG kita akan tersimpan dalam long term memory, bukan hanya short term memory.

ALPHA ( 8 hz – 12 hz )

Gelombang Alpha terjadi saat kita rileks, ketika kita mulai mengantuk. Paling cocok untuk pemrograman bawah sadar. Ketika kita melamun dan berkhayal, gelombang otak kita sedang memasuki kondisi alpha.

 

Kondisi ini merupakan pintu masuk atau keluarnya potensi dari alam bawah sadar kita. Anak-anak balita selalu berada dalam kondisi alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Dalam kondisi gelombang ini, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia. Gelombang alpha akan membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.

 

THETA ( 4 hz – 8 hz )

Gelombang ini yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. Misal saat trance, hypnosis, meditasi dalam, dan khusyuk. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh karena itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar, imajinasi, mudah menerima informasi apa adanya. Pancaran frekuensi ini menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi mimpi. Dalam kondisi ini, pikiran bisa menjadi sangat kreatif dan inspiratif. Seseorang akan menjadi khusyuk, rileks, pikiran hening dan intuisi pun muncul. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP (Arginine vasopressin).

 

Source : Kompasiana

 

Nah, ketika kita sudah rileks dan masuk dalam gelombang Alpha dan Theta, maka yang berikutnya kita lakukan adalah dengan memvisualisasikan, melihat dengan jelas dan detil apa yang kita ingin lakukan, mendengar apa yang kita dengar, dan merasakan apa yang tangan kita sentuh. Jika yang kondisi yang kita inginkan berkaitan dengan indera pengecap & penciuman (misal, ingin jadi chef handal), maka boleh juga diimajinasikan rasa apa dan aroma apa yang kita rasakan di lidah dan hidung kita. Sedetil mungkin, seakan-akan kondisi itu nyata.

 

Proses inilah yang disebut dengan “menipu” dan melatih alam bawah sadar kita. Our subconscious tidak bisa membedakan mana realita dan mana imajinasi. Jika hal ini diulang-ulang, maka akan memberikan pengalaman baru bagi alam bawah sadar kita, menjadi data dan informasi baru bagi otak kita untuk membentuk rep system baru. Rep system baru akan merespon informasi dengan respon yang berbeda, menghasilkan belief system berbeda.

 

Jika belief system berhasil direset ulang, maka semua tindakan kita juga pastinya akan berubah, mengikuti belief system kita yang baru.

Does it work?

 

Sebelum saya praktek melakukan visualisasi ini, sudah banyak orang melakukannya dan berhasil, dan yang paling sering melakukannya adalah atlit. Mereka melatih diri dengan melakukan visualisasi untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat dan akurat ketika bergerak.

 

Saya memberanikan diri untuk mencoba melakukan visualisasi sejak tahun 2008 yang lalu. Mengapa saya bilang "memberanikan diri"? Karena waktu itu saya masih sangat skeptis dengan cara ini, apakah benar-benar bisa dilakukan?

 

Tidak ada salahnya dicoba.

 

Tantangan terbesar saya waktu itu, sebagai seorang trader / investor saham yang masih pemula, adalah tidak berani untuk melakukan pembatasan kerugian (stop loss), rasa ragu-ragu apakah bisa berhasil, dan membutuhkan motivasi untuk disiplin dan tekun, memperbaiki skill trading.

 

Saya juga ingin portofolio saya tumbuh, dan pada suatu saat nanti saya bisa berani trading dengan nominal yang jauh lebih besar.

 

Pada waktu itu, saya mencoba mengambil waktu tenang di malam hari / di pagi hari, kadang juga di siang hari ketika suasana sepi. Saya memvisualisasikan diri saya sedang menganalisis saham, memilih saham, menentukan level beli dan jual, melakukan transaksi saham, menekan tombol beli dan jual, menelpon broker, melihat diri saya sendiri melakukan pembatasan kerugian (stop loss), dan melakukan profit taking. Setiap hari.

 

Proses relaksasi yang saya lakukan cukup sederhana, pokoknya kondisi sepi dan santai. Kondisi mengantuk adalah momen paling pas buat saya untuk visualisasi.

 

Memasuki tahun 2009 - 2010, selain karena pasar saham juga sudah membaik, portofolio saya pun mulai kembali bertumbuh. Pada waktu itu, saya mulai berbagi mengenai banyak hal tentang trading dan investasi baik melalui social media, maupun buku dan seminar.

 

Waktu itu... saya bukan pengajar yang baik. Ngomong di depan audience saja masih gemetar. Pertama kali ngajar, suara saya hilang seminggu. Materi yang dibawakan juga masih sangat text book.

 

Saya kembali mencoba melakukan visualisasi, di mana saya melihat diri saya dengan sangat sangat jelas, sebagai seorang pembicara yang menginspirasi, penuh energi, di depan ribuan audience. Waktu itu saya memodel guru public speaking saya, Pak Tung Desem Waringin. Meskipun kini, saya mempunyai gaya public speaking ala saya sendiri, ternyata dengan membayangkan secara detil, membuat saya mengalami kemajuan jauh lebih cepat.

 

Jadi... sekarang, Anda ingin melakukan apa?

Apa yang Anda ingin ubah dan perbaiki?

Mau jadi trader handal? Mau jadi lebih sabar? Mau jadi lebih berani?

 

Yuk, kita summarize. Kita cukup melakukan 3 hal ini kalau ingin breaking our old pattern dan mengalami perubahan permanen & long lasting :

1.      Temukan model / teladan.

Bagaimana caranya mencari? Bisa mencari melalui internet, belajar dari youtube, buku, dan mengikutinya di mana pun ia sharing their thoughts. Kejar terus. Akan lebih bagus kalau bisa mengenalnya secara personal.

 

2.      Pelajari belief system, mindset / cara berpikir model tersebut, apa yang mendasarinya bertindak.

Pahami apa yang ia pikirkan dan rasakan, jangan hanya memahami what do they do, tapi WHY, alasan dibalik setiap tindakannya. Lakukan. Kalau belum bisa lakukan, terima saja dulu, dan lakukan poin no 3.

 

3.      Visualisasikan sedetil mungkin, ulang proses no 2 dan 3.

Nggak perlu ngotot, ngoyo, dan stress kalau belum berhasil. Ngotot, stress, adalah hasil dari alam sadar yang berusaha menyetir alam bawah sadar yang jauh lebih kuat. Visualisasikan terus. Reprogram alam bawah sadar Anda. Dan… Anda akan terkejut ketika Anda melihat continue & significant improvement day by day.

 

Belakangan, saya mulai kembali melakukan visualisasi, dengan diawali meditasi setiap pagi, untuk relationship, parenting, leadership, yang lebih baik, dan tentunya juga untuk kemampuan berinvestasi dan trading yang lebih mantap lagi.

 

At the end, hal terpenting yang perlu kita lakukan untuk mengubah diri menjadi lebih baik adalah kerendahan hati, dan kesadaran bahwa untuk mengubah situasi, maka diri sendirilah yang perlu diubah dulu, bukan orang lain. Setelah ada kesadaran ini, baru bisa melangkah ke 3 step di atas.

 

Saya sudah coba, dan it works. Sekarang, giliran Anda, untuk mendesain ulang, dan memprogram ulang hidup Anda.

 

Salam profit!

 

PS : Jika Anda sangat excited untuk mengcopy saya sebagai Super Trader dan mereprogram kemampuan trading saham Anda, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya :

1.      Membaca buku-buku saya (www.ellen-may.com/store) , dan artikel saya (www.ellen-may.com/blog)

2.      Menonton video di www.ellenmay.tv, mendengarkan podcast saya (www.ellen-may.com/podcast )

3.      Belajar total & intensive 3 hari full bersama saya di workshop Super Trader (langsung bisa ketemu saya) www.supertrader.id/whatsapp , dan mendapat 1 hari pelatihan tambahan sebelum workshop bersama Super Trader Coach kami. Melalui workshop ini, Anda akan paham total bagaimana mindset, belief system, dan strategi trading saya.



Mau jadi Super Trader di saham Indonesia?